Budidayadalam suatu wilayah Provinsi; Kawasan Perkotaan – Kawasan Perdesaan dalam suatu wilayah Kabupaten; Kawasan Perumahan, Kawasan Pusat Kota, dan Kawasan Industri dalam suatu Kota. D. KOTA Pengertian mengenai kota (city) yang kemudian lebih sering dijadikan acuan di Indonesia adalah tempat di mana konsentrasi penduduk lebih padat 5 Bagi Perekonomian Nasional. Dampak inflasi bagi perekonomian nasional ialah dapat mengakibatkan penurunan tingkat investasi di suatu negara, mendorong kenaikan tingkat suku bunga, menyebabkan defisit neraca pembayaran, dan menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat. 6. Bagi Produsen Berikutini beberapa dampak perubahan iklim di Indonesia berdasar pada laporan dari Yayasan Indonesia Cerah, di antaranya. 1. Naiknya Permukaan Air Laut: Banjir Rob. Telah diperhitungkan sejak tahun 2000 hingga nanti tahun 2030, kenaikan permukaan air laut menyebabkan banjir rob dengan persentase 19% sampai 37%. Vay Tiền Nhanh. BKMG memprediksi musim kemarau 2018 sedikit lebih panjang dan musim hujan mengalami kemunduran, akibat pengaruh anomali iklim global El Nino. Anomali iklim ini memicu terjadinya kekeringan. Menurut Ditjen Tanaman Pangan Kementan, areal persawahan yang mengalami kekeringan mencapai hektare ha dan puso ha. Kesadaran akan pemanasan global telah menggugah bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia untuk melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mengurangi dampak buruknya. Para petani yang paling merasakan akibat kekeringan. Tanpa air yang cukup, sawah akan segera mengering dan panen gagal. Kerugian ekonomi petani sudah di depan mata. Kekeringan tetap menjadi ancaman kalau program reboisasi tidak diintensifkan untuk mengembalikan wilayah resapan air. Para petani yang sawahnya puso, akibat kekeringan yang berkepanjangan, terancam risiko mengalami rawan pangan dan gizi. Kerawanan pangan dan gizi muncul apabila masyarakat tidak mampu lagi mengakses pangan secara cukup untuk mempertahankan kehidupan yang aktif dan sehat. Keluarga-keluarga yang mengalami tekanan ekonomi karena kekeringan akan melakukan strategi coping, yaitu mengurangi frekuensi makannya dan mencari bahan pangan konvensional yang dalam situasi normal jarang atau tidak pernah dimakan. Selanjutnya anggota keluarga yang selama ini tidak mencari nafkah anak-anak, orang tua, dan kaum perempuan mulai terjun bekerja apa saja untuk mendapatkan upah tunai. Bila hal ini masih tidak memecahkan masalah, mereka mulai menjual aset yang dimilikinya. Kekeringan dapat memunculkan risiko kurang gizi bagi keluarga-keluarga yang selama ini berada di bawah garis kemiskinan. Perempuan akan turut mengambil peran untuk menghadapi ancaman rawan pangan dan gizi. Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Commonwealth Secretariat Engendering Adjustment in the Nineties menyebutkan bahwa perempuan di seluruh dunia memainkan peran ganda, yakni sebagai ibu dan sebagai pengatur rumah tangga untuk pemenuhan kebutuhan dasar keluarga family’s basic need. Lalu, sebagai produsen dan kontributor penghasilan keluarga, dan sebagai pengatur organisasi kemasyarakatan yang berdampak pada kesejahteraan sosial. Inilah yang dikenal sebagai empat peran perempuan. Pemerintah mempunyai tugas berat untuk mengantisipasi dampak kekeringan guna membantu petani. Kecukupan pangan menjadi prioritas baik untuk skala nasional maupun regional. Ketidaktahanan pangan memunculkan dampak negatif, yakni menurunnya status gizi masyarakat. Selama ini Kementerian Kesehatan sudah berpacu untuk mengentaskan problem gizi karena 37% anak Indonesia mengalami kekurangan gizi kronis berupa stunting anak pendek. Jangan sampai dampak kekeringan berakibat semakin meningkatnya anak penderita malnutrisi. Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan gizi di masyarakat harus terus-menerus melakukan pemantauan status gizi secara cermat. Vaksinasi dan imunisasi bagi anak balita harus terus dilakukan. Di tengah-tengah merebaknya berita bahwa vaksin tertentu difatwakan haram oleh MUI, tetapi masih boleh digunakan karena alasan darurat, memunculkan berbagai pandangan pro-kontra di masyarakat. Mungkin mereka yang sangat berhati-hati justru memutuskan tidak melakukan vaksinasi bagi anak-anaknya karena takut dengan hukum haram. Fokus pemeliharaan kesehatan dan gizi anak balita perlu dilebarkan, yaitu dengan intervensi pemberian makanan tambahan bagi anak balita dari keluarga miskin maupun petani-petani yang terancam kekeringan. Sudah saatnya dalam situasi krisis akibat kekeringan, bantuan makanan tambahan di posyandu tidak lagi berupa secangkir kacang ijo atau sebutir telur setiap bulan. Akan tetapi, seharusnya bisa berupa makanan lengkap meal atau bahan makanan yang bisa dibawa pulang dan disajikan di rumah susu dan telur. Jumlah orang miskin di Indonesia ialah 25,95 juta orang atau 9,82% dari total penduduk. Kerja keras pemerintah telah berhasil menekan angka kemiskinan di bawah dua digit. Yang perlu diantisipasi ialah bahwa dalam situasi krisis akibat kekeringan, jumlah orang miskin kalau bisa jangan sampai melonjak lagi. Selama ini, program-program pengentasan rakyat dari kemiskinan sudah diimplementasikan pemerintah. Dalam program-program sosial yang bersifat charity bantuan gratis, masalah yang umum dihadapi ialah penentuan target sasaran yang kadang-kadang kurang tepat. Untuk itu, indikator kemiskinan perlu disosialisasikan di tingkat lapangan sehingga tidak terjadi misklasifikasi orang miskin. Pemerintah harus membuat perencanaan yang matang menyangkut bantuan untuk masyarakat miskin yang terkena dampak kekeringan. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa di dalam implementasi program raskin sekarang disebut rastra yang sudah berskala nasional ternyata masih dijumpai permasalahan. Hal ini terjadi karena orang miskin yang merasa berhak mendapatkan bantuan beras bersubsidi ternyata jumlahnya lebih banyak daripada yang terdata. Koordinasi di tingkat lapangan sangatlah penting. Zaman sekarang orang tidak malu-malu lagi untuk disebut miskin karena menginginkan bantuan dari pemerintah. Kini, di saat kekeringan merebak dan daya beli mungkin bakal merosot, pemerintah harus segera tanggap merumuskan bantuan untuk rumah tangga yang terancam kesejahteraannya. Memberikan keringanan kredit pinjaman bagi petani yang terkena puso, atau bantuan langsung tunai dengan mekanisme yang lebih baik kiranya sangat diharapkan oleh petani yang akan terkena dampak paling serius akibat kekeringan panjang. Bermatapencarian sebagai petani ialah pilihan hidup. Konon, petani ialah anggota masyarakat yang paling tenang hidupnya. Pepatah mengatakan kalau ingin kaya jadilah pedagang, tapi kalau ingin tenang hidupnya jadilah petani. Ironisnya, generasi muda saat ini seolah enggan bertani karena pertanian identik dengan kehidupan berkubang dengan lumpur. Di televisi kehidupan sukses ditunjukkan oleh generasi muda berdasi, bermobil, dan kehidupan mapan lainnya yang seolah hanya milik mereka yang bekerja di perkantoran. Pertanian di Indonesia menghadapi tantangan, yaitu menarik generasi mudanya untuk mau berkecimpung di dunia pertanian. Skip to content BerandaFitur LengkapHargaPrivate CloudLoginCoba Gratis Apa itu Industrialisasi? Ini pengertian, Faktor dan Dampaknya bagi Perekonomian Apa itu Industrialisasi? Ini pengertian, Faktor dan Dampaknya bagi Perekonomian Pada mulanya, industrialisasi terjadi di abad pertengahan ke 18 sampai abad 19 di Eropa serta di amerika. Industrualisasi ini bermula dari adanya revolusi industri yang terjadi di Inggirs pada abad pertengahan ke-18, yang juga ditandakan dengan adanya penemuan mesin uap. Setelahnya, terjadi suatu perkembangan yang besar pasca Perang Dunia II yang menjadi semakin berembangnya imlu pengetahuan dan teknologi. Berbagai penemuan baru tersebut mendorong kegiatan ekonomi industri dan juga manufaktur menjadi kian pesat. Nah, pada kesempatan kali ini mari kita mengenal bersama tentang industrialisasi, faktor dan dampaknya bagi perekonomian. Pengertian Industrialisasi Berdasarkan laman Wikipedia, industrialisasi adalah proses transformasi ekonomi dan sosial suatu negara atau wilayah ke arah pengembangan sektor industri yang lebih maju dan berbasis manufaktur. Di dalamnya akan melibatkan pergeseran dari perekonomian yang didominasi oleh sektor pertanian atau agraris menuju sektor industri dan manufaktur yang lebih berkembang. Proses di dalamnya akan melibatkan pengenalan teknologi baru, penggunaan mesin dan peralatan mekanis, pengorganisasian produksi massal, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja. Dalam konteks ini, sektor industri dan manufaktur menjadi tulang punggung perekonomian negara dengan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan nasional. Industrialisasi seringkali juga disertai dengan urbanisasi, yaitu migrasi penduduk dari desa ke kota untuk bekerja di sektor industri yang berkembang pesat. Hal ini mengubah struktur sosial masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, dan membawa perubahan dalam pola kehidupan dan budaya. Tujuan dari industrialisasi adalah untuk mencapai kemajuan ekonomi dan meningkatkan standar hidup masyarakat. Dalam prosesnya, negara atau wilayah biasanya mengalami transformasi dari negara agraris menjadi negara industri yang memiliki sektor manufaktur yang kuat dan berdaya saing. Namun, industrialisasi juga dapat memiliki dampak negatif, seperti kerusakan lingkungan akibat polusi industri, perubahan sosial yang cepat, kesenjangan sosial antara pekerja industri dan petani, serta masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan perencanaan yang baik dan mengadopsi praktik produksi yang berkelanjutan dalam proses ini. Baca juga Pengertian Business Blueprint dan 5 Tahapan Mudah dalam Membuatnya Faktor Pendorong Terjadinya Industrialisasi Terdapat beberapa faktor pendorong yang dapat mendorong proses industrialisasi suatu negara atau wilayah. Berikut ini adalah beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi industrialisasi 1. Ketersediaan Sumber Daya Alam Ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, seperti tambang mineral, sumber energi misalnya minyak bumi, gas alam, dan bahan baku industri lainnya, dapat mendorong perkembangan sektor industri. Negara atau wilayah yang memiliki akses mudah dan berkelanjutan terhadap sumber daya ini dapat memanfaatkannya untuk kepentingan industri. 2. Infrastruktur yang Memadai Ketersediaan infrastruktur yang baik, seperti jaringan transportasi jalan raya, rel kereta api, pelabuhan, bandara, listrik, telekomunikasi, dan fasilitas pendukung lainnya, menjadi faktor penting dalam mendorong industrialisasi. Infrastruktur yang memadai memungkinkan aliran barang dan jasa yang lancar serta mendukung efisiensi dalam produksi dan distribusi. 3. Tenaga Kerja Terampil Ketersediaan tenaga kerja terampil dan terlatih sangat penting dalam proses industrialisasi. Tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis dan keahlian khusus dalam industri tertentu dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor industri. Investasi dalam pendidikan dan pelatihan tenaga kerja juga merupakan faktor penting dalam pengembangan industri. 4. Kebijakan Pemerintah Kebijakan pemerintah yang mendukung pembangunan industri menjadi faktor penting dalam mendorong industrialisasi. Langkah-langkah seperti pengurangan hambatan perdagangan, penyediaan insentif fiskal dan pajak, perlindungan hak kekayaan intelektual, pengembangan lembaga keuangan untuk mendukung investasi, dan stabilitas kebijakan dapat memberikan dorongan bagi sektor industri. 5. Inovasi dan Teknologi Kemajuan dalam inovasi dan teknologi menjadi faktor pendorong penting dalam industrialisasi. Adopsi teknologi baru, pengembangan riset dan pengembangan, serta investasi dalam teknologi modern dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri. Kolaborasi antara sektor industri, universitas, dan lembaga riset juga dapat mendukung pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri. 6. Pasar yang Berkembang Adanya pasar yang berkembang dan permintaan yang kuat untuk produk industri merupakan faktor pendorong penting dalam industrialisasi. Pasar domestik yang besar atau akses ke pasar internasional yang luas dapat memberikan insentif bagi pengembangan sektor industri. Kombinasi faktor-faktor ini dapat saling berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam mendorong proses industrialisasi. Setiap negara atau wilayah mungkin memiliki kombinasi faktor yang berbeda dalam konteks mereka sendiri. Baca juga Mengenal Contoh Perusahaan Manufaktur di Indonesia Berdasarkan Sektornya Dampak Positif Industrialisasi Industrialisasi memiliki sejumlah dampak positif yang dapat mempengaruhi suatu negara atau wilayah. Berikut ini adalah beberapa dampak positif utama dari proses yang terdapat di dalamnya 1. Pertumbuhan Ekonomi Industrialisasi dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang kuat. Dengan berkembangnya sektor industri dan manufaktur, negara atau wilayah dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saingnya. Hal ini dapat menghasilkan peningkatan pendapatan nasional, peningkatan investasi, dan menciptakan lapangan kerja baru. 2. Penciptaan Lapangan Kerja Seiring dengan pertumbuhan sektor industri, industrialisasi dapat menciptakan lapangan kerja yang signifikan. Pabrik-pabrik, perusahaan manufaktur, dan sektor pendukung lainnya membutuhkan tenaga kerja untuk berbagai posisi dan keterampilan. Dengan adanya lapangan kerja yang lebih banyak, maka proses di dalamnya dapat mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. 3. Peningkatan Standar Hidup Dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan lapangan kerja, industrialisasi dapat meningkatkan standar hidup masyarakat. Industri yang berkembang menyediakan akses ke produk-produk dan layanan yang lebih banyak, termasuk barang konsumsi, perumahan, layanan kesehatan, pendidikan, transportasi, dan infrastruktur publik lainnya. Ini dapat meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan aksesibilitas bagi banyak orang. 4. Inovasi Teknologi Proses ini mampu mendorong inovasi teknologi yang dapat membawa perubahan dan kemajuan dalam berbagai sektor. Adopsi teknologi baru dan pengembangan inovasi dapat meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, dan menciptakan peluang baru. Dalam jangka panjang, inovasi teknologi dapat mendorong pengembangan industri yang lebih maju dan berkelanjutan. 5. Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Industrialisasi seringkali disertai dengan pengembangan infrastruktur yang mendukung, seperti jaringan transportasi yang lebih baik, listrik yang lebih andal, dan fasilitas pendukung lainnya. Hal ini dapat menghubungkan wilayah yang sebelumnya terisolasi, meningkatkan konektivitas, dan mendorong pengembangan wilayah yang lebih merata. 6. Diversifikasi Ekonomi Dengan adanya sektor industri yang berkembang, negara atau wilayah dapat mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian atau sektor ekonomi lain yang rentan terhadap fluktuasi harga dan kondisi alam. Diversifikasi ekonomi melalui industrialisasi dapat menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih besar dan mengurangi risiko yang terkait dengan sektor tunggal. Namun, penting untuk diingat bahwa dampak positif di dalamnya juga harus diimbangi dengan keberlanjutan lingkungan, perlindungan hak pekerja, dan kesetaraan sosial. Dalam hal ini, pengelolaan yang bijaksana dan kebijakan yang tepat perlu diterapkan. Baca juga Organisasi Nirlaba Pengertian, Ciri-cirinya, dan Contohnya di Indonesia Dampak Negatif Industrialisasi Meskipun industrialisasi memiliki dampak positif, ada juga beberapa dampak negatif yang terkait dengan proses ini, yaitu 1. Polusi Lingkungan Proses ini seringkali menyebabkan polusi lingkungan yang dapat merusak ekosistem, mencemari udara, air, dan tanah. Industri yang menggunakan bahan kimia berbahaya dan menciptakan limbah industri dapat menghasilkan polutan yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Polusi ini dapat menyebabkan perubahan iklim, kerusakan ekosistem, dan masalah kesehatan masyarakat. 2. Urbanisasi yang Tidak Terkendali Industrialisasi seringkali menyebabkan migrasi besar-besaran dari daerah pedesaan ke kota-kota yang berkembang pesat. Hal ini dapat menyebabkan urbanisasi yang tidak terkendali dengan pertumbuhan populasi yang cepat. Infrastruktur kota mungkin tidak dapat menangani tekanan yang tinggi, seperti kekurangan perumahan, kemacetan lalu lintas, kepadatan penduduk yang tinggi, dan kekurangan fasilitas sosial yang memadai. 3. Kesenjangan Sosial dan Ketimpangan Ekonomi Industrialisasi tidak selalu memberikan manfaat yang merata kepada seluruh masyarakat. Kadang-kadang, kesenjangan sosial dan ketimpangan ekonomi dapat meningkat sebagai akibat dari industrialisasi. Pekerja di sektor industri mungkin menghadapi kondisi kerja yang buruk, upah rendah, dan kurangnya perlindungan sosial. Sementara itu, kelompok masyarakat lainnya mungkin tidak dapat mengakses kesempatan kerja dan manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh industrialisasi. 4. Gangguan Sosial dan Perubahan Budaya Industrialisasi dapat menyebabkan perubahan sosial dan budaya yang cepat dalam masyarakat. Nilai-nilai tradisional, struktur sosial, dan pola kehidupan masyarakat dapat terganggu atau berubah akibat pergeseran dari sektor pertanian ke sektor industri. Perubahan ini dapat menimbulkan ketegangan, konflik, dan kesulitan dalam penyesuaian sosial. 5. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam beberapa kasus, sektor industri dapat menyebabkan risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja. Industri yang menggunakan mesin dan peralatan berat, bahan kimia berbahaya, atau operasi yang berisiko tinggi dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja, cedera, dan masalah kesehatan pekerja. Kurangnya standar keselamatan kerja yang memadai dan perlindungan pekerja dapat menjadi dampak negatif dari industrialisasi. Penting untuk diingat bahwa dampak negatif di dalamnya ini dapat dikurangi atau dikelola melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan, kebijakan perlindungan lingkungan, regulasi keselamatan kerja yang ketat, dan pengembangan sosial yang inklusif. Baca juga PT Perseroan Terbatas Pengertian PT, Jenis, Ciri-ciri, dan Unsur-unsurnya Penutup Jadi, industrialisasi adalah proses transformasi ekonomi dan sosial menuju pengembangan sektor industri yang lebih maju dan berbasis manufaktur. Meskipun industrialisasi memiliki dampak positif, seperti pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan standar hidup, inovasi teknologi, dan pengembangan infrastruktur, tetapi juga memiliki dampak negatif. Dampak negatif tersebut meliputi polusi lingkungan, urbanisasi yang tidak terkendali, kesenjangan sosial dan ketimpangan ekonomi, gangguan sosial dan perubahan budaya, serta masalah keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu, penting untuk mengelola dampak negatif tersebut melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan, kebijakan perlindungan lingkungan, regulasi keselamatan kerja yang ketat, dan pengembangan sosial yang inklusif. Nah, seiring dengan perkembangan zaman, kegiatan manufaktur semakin menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Untuk itu, di tengah maraknya persaingan global, perusahaan manufaktur harus terus melakukan inovasi. Bukan hanya produk, namun juga operasional produksi. Nah, saat ini sudah banyak sistem manufaktur yang mampu membantu mengelola dan juga mengefisiensikan bisnis Anda, sistem tersebut adalah Accurate Online. Software akuntansi dan bisnis ini mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang bisa diakses secara realtime dimanapun Anda berada. Selain itu, di dalamnya juga Anda bisa lebih mudah dalam mengelola kegiatan ataupun proses manufaktur Anda secara lebih efektif dan efisien. Tidak percaya? Silakan buktikan sendiri dengan mencoba Accurate Online selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini. Seberapa bermanfaat artikel ini? Klik salah satu bintang untuk menilai. 13 pembaca telah memberikan penilaian Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini Jadilah yang pertama! As you found this post useful... Follow us on social media! We are sorry that this post was not useful for you! Let us improve this post! Tell us how we can improve this post? Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia Bagikan info ini ke temanmu! Related Posts Page load link Ilustrasi wilayah yang mengalami kekeringan. Foto dok. merupakan suatu hal buruk yang dapat menimpa suatu wilayah, terlebih saat wilayah tersebut mengalami musim kemarau. Apa saja yang bisa mengakibatkan kekeringan dan bagaimana cara mencegahnya? Mari simak penjelasan mengenai penyebab, akibat dan cara untuk mencegah kekeringan dalam artikel berikut dan Akibat Kekeringan serta Cara untuk MenanggulanginyaPeristiwa kekeringan merupakan peristiwa dimana suatu wilayah mengalami kekurangan kebutuhan air untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang tinggal di wilayah tersebut, baik itu kebutuhan makan, minum, atau bahkan untuk mandi dan kebutuhan kebersihan mengenai peristiwa kekeringan juga disebutkan secara rinci dalam buku berjudul Manajemen Bencana Pengantar dan Isu-Isu Strategis karya Wignyo Adiyoso 201844 yang menjelaskan bahwa kekeringan adalah hubungan antara ketersediaan yang jauh di bawah kebutuhan air baik untuk kebutuhan hidup, pertanian, dan kekeringan tersebut rupanya dapat dialami suatu wilayah dengan sebab-sebab tertentu, baik itu dari faktor alam maupun faktor manusia itu sendiri. Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Pembangunan Desa Rawan Bencana yang ditulis oleh Putrawan Habibi, SP,MP dan I Gusti Lanang Parta Tanaya, PhD 2019187.Dalam buku tersebut memaparkan bahwa kekeringan dapat terjadi sebab gejala alam. Kejadian atau gejala alam yang menyebabkan kekeringan adalah perubahan iklim yang disebut dengan El Nino yang mengubah pola cuaca dan berdampak terhadap berkurangnya air hujan. Penyebab kekeringan juga dapat terjadi karena ulah campur tangan manusia, sepertiPenebangan hutan yang merusak daerah resapan air hujan sehingga menurunkan kemampuan tanah menahan airPenggunaan tanah yang kurang teraturPenggunaan air yang berlebihanIlustrasi wilayah yang mengalami kekeringan. Foto dok. buku ini juga disebutkan akibat atau dampak yang dapat ditimbulkan dari kekeringan, antara lainMunculnya kesulitan mendapatkan air bersihMunculnya penyakit-penyakit, terutama penyakit kulit, penyakit tanaman dan ternakKekurangan pangan sehingga menimbulkan kelaparan karena berkurangnya atau gagal panenKebakaran di daerah peternakan, pertanian, dan hutanRusaknya lingkungan air tawar yang mengakibatkan berkurangnya hewan di alamBerkurangnya pendapatan penduduk yang bergantung pada ketersediaan air seperti petani dan petambakTimbulnya erosi tanah oleh angin dan airUntuk mencegah dan mengatasi peristiwa kekeringan, kita dapat melakukan beberapa cara sesuai dengan yang disebutkan dalam laman resmi yang diakses pada 8 September 2021, menyebutkan kekeringan dapat diatasi dengan beberapa cara antara lainPenghijauan yang dilakukan di daerah hulu diikuti dengan melakukan pengurangan konversi lahan didaerah konversi lahan yang menyebabkan penurunan kemampuan lahan dalam menyerap air kekeringan juga dapat dilakukan dengan mencegah pendangkalan waduk dan menyediakan embung atau penampung air hujan sebagai cadangan mengetahui apa saja yang bisa mengakibatkan kekeringan, akibat yang ditimbulkan dan juga cara mencegahnya dapat meningkatkan kesadaran kita untuk menjaga kelestarian dan kehijauan lingkungan hidup di sekitar kita agar terhindar dari kekeringan. DAP

apa dampak kekeringan bagi perekonomian suatu wilayah